Saturday, June 8, 2013

ibu

Derap langkah terdengar pilu
Kulihat sesosok tua berbalut satin
Wajahnya penuh keriput, tak sekencang dulu
Namun semangatnya tetap ada
Duduk ia di tepian gubuk
Keseharian tak berlalu
Mengisi sisa hidup di hari tua
Kurasa ia masih muda
Sekali aq lihat ia tersenyum
Tak mengeluh nasib dan hari ini
Senyumnya selalu ada untuk kami
Hingga tak pernah kutahu kapan ia bersedih
Pandai benar ia sembunyikan rasa
Di depan suami dan buah hati

Bertanya aq di sanubari
Dimana waktu aq dapati
Manjakan ia dengan tangan dan keringatku sendiri
Berpeluk mesra bahagia

Separuh bayalah ia kini
Lagi aq bertanya
Lagi di sanubari
Adakah tersisa waktuku
Membanggakannya
Sebelum kamboja mewangi tubuhnya
Published with Blogger-droid v2.0.10

di bawah payung

hiruk pikuk jalan ibu kota,,
Ditemani gerimis dan asap jalanan,,
Tak ada beda senja maupun fajar,,
Anak kecil itu berlarian,,
Tubuhnya basah,,
Tak beralas kaki dan gemetaran,,
Di bawah payung mereka berlari,,
Tak hanya seorang,,
Ia pun seperti bermain bersama teman,,
Peluh tak terlihat lagi bercampur hujan jalanan ibukota,,
MenjajaKan payung mereka
Demi perut dan kuali kosong di gubuk sana
Dua ribu bagimu mungkin hanya uang parkir
Tp dua ribu itu senyum kecil mereka,,
Published with Blogger-droid v2.0.10